Selasa, 08 Mei 2012

Dampak Negatife Facebook


Kawan semua tau ga sih, ternyata FACEBOOK tuh punya bnyak DAMPAK NEGATIF. Facebook itu lagi ngetren zaman sekarang kalau ga punya Facebook bisa di bilang KAMSEUPAY. hha :) . Punya Facebook sih boleh-boleh saja, tidak ada yang melarang. Tapi harus tau waktu untuk memainkannya ..
berikut ada beberapa dampak negatif facebook yang aku postingkan.
dibaca ya !! biar tau ..

Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook terus menanjak popularitasnya. Jumlah pemakainya naik terus dan sekarang sedang menuju ke jumlah setengah miliar orang di seluruh dunia.
Di samping manfaatnya yang dirasakan banyak orang, Facebook juga berulang kali dituduh jadi penyebab atas berbagai masalah Mengapa tuduhan itu muncul? Berikut sepuluh dampak buruk Facebook seperti yang dikutip dari Telegraph:

1. Memicu perceraian
Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.

2. Memicu anak bunuh diri
Kepala gereja Katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa Facebook bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.

3. Lenyapkan ungkapan tradisional
Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya di bawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisional yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.

4. Memicu gangguan tulang
Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.

5. Membuat orang menjadi tertutup
Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.

6. Membuat pasangan cemburu
Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.

7. Dijadikan ajang menantang hukum
Pada beberapa kasus hukum di Inggris, Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.

8. Membuat banyak orangtua jatuh cinta
Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena pertumbuhan pengguna jejaring sosial yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.

9. Membuat penggunanya merasa tidak menarik
Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari meng-upload foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek.  Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.

10. Mengungkap kehidupan pribadi
Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di Facebook saat berlibur bersama keluarganya.

*wah serem juga ya, dampak negatif dari facebook. jangan sampai kalian jadi seperti itu hanya gara-gara facebook..
..

Sabtu, 05 Mei 2012

Recount Text


Mount of Tangkuban Perahu

Once upon a time in west Java, lived a king had a beautiful daughter. Her name was Dayang Sumbi. She liked weaving very much. Once she was weaving a cloth when one of her tool fell to the ground. She was very tired at the time so she was too lazy to take it. Then she just shouted outloud. “Anybody there?  Bring my tool.  I will give you special present.  If you are female,  I will consider you as my sister.  If you are male, I will marry you”
Suddenly a male dog, its name was Tumang, came. He brought her the falling tool. Dayang Sumbi was very surprised. She regretted the words but she could not deny it. So she had to marry Tumang. Then they lived in a small village. Several months later they had a son. His name was Sangkuriang. He was a handsome and healthy boy.
Sangkuriang liked hunting very much. He often went hunting to the wood using his arrow.  When he went hunting Tumang always with him.  In the past there were many deer so Sangkuriang often hunted for deer. One day, Dayang Sumbi wanted to have deer’s heart so she asked Sangkuriang to hunt for a deer. Then Sangkuriang went to the wood with his arrow and his faithful dog Tumang. But, Sangkuriang could not find any deer, they were all disappeared.  Sangkuriang was exhausted and desperate. He did not want to disappoint her mother so he killed Tumang. He did not know that Tumang was his father.  At home he gave Tumang’s heart to her mother. But Dayang Sumbi knew that it was Tumang’s heart. She was so angry that she could not control her emotion. She hit Sangkuriang’s head. Sangkuriang was wounded. There was  a scar in his head.
One day Sangkuriang became a strong young man. He wandered everywhere. He arrived at his village, but he did not realized it. He met Dayang Sumbi. Dayang Sumbi was given an eternal beauty by God. Both of them did not know each other.  So they fell in love and then they decided to marry, suddenly Dayang Sumbi recognized a scar on his Sangkuriang’s head.  She knew that Sangkuriang was his son.  It was impossible for them to marry.  She told him but he did not believe her. He wished that they marry soon. “Sangkuriang, i wanted Sangkuriang to build a lake and a boat in one night!!!”  She said she needed that for honeymoon. Sangkuriang agreed. With the help of genie and spirits Sangkuriang. By midnight he had finished  building a dam in Citarum river. Then he started building the boat, It was almost dawn when he nearly finished it.  Meanwhile Dayang Sumbi kept watching on them.  She was very worried when she knew this.  So she made lights in the east.  Then the spirits thought that it was already dawn. It was time for them to leave.  They left Sangkuriang alone.  Without their help he could not finish the boat. Sangkuriang was very angry.  He kicked the boat.  Then the boat turned out to be Mount Tangkuban Perahu.

Unsur Intrinstik Cerpen

Pengertian Cerpen
Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragam
dari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek
yang selesai dibaca sekali duduk. Proses sekali duduk dapat diartikan sebagai
memahami isi pula. Artinya, pada saat itu isi cerpen dapat kita pahami.
Cerpen terdiri dari berbagai kisah, sepero kisah percintaan (roman), kasih sayang,
jenaka, dll. Cerpen biasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudah
dipahami, sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun.
 
Unsur-Unsur Cerpen
Cerpen dilengkapi oleh unsur-unsur penting yang membangunnya. Unsur itu
terdiri dari unsur intinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik antara lain, tema, alur,
setting/latar/waktu, penokohan, watak, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik
antara lain, budaya, jenis kelamin, pekerjaan, dll.
 
Tahapan Dalam Cerpen
Cerpen terdiri dari empat tahapan, antara lain, pengenalan, insiden/masalah,
konflik/rumitan, dan penyelesaian. Bagian banyak diminati pembaca yaitu konflik
karena merupakan puncak cerita
Menjelaskan Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen
Sebagaimana novel, cerpen juga dibentuk atas unsure ekstrinsik dan intrinsik.
Meskipun bentuknya pendek, bahkan ada. Yang cuma 1 halaman, di dalamnya
terdapat unsur-unsur intrinsik secara lengkap, yaitu tema,amanat,tokoh, alur, latar,
sudut padang pengarang,dan dialog.
Unsure – unsure intrinsic cerpen mencakup : tema, alur, latar, perwatakan, sudut
pandang, dan nilai – nilai yang terkandung didalamnya.
a. Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber
cerita.
b. Latar . setting adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita.
Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta
keadaan ketika cerita berlangsung.
c. Alur / plot adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah
cerita.
Alur meliputi beberapa tahap:
1. Pengantar : bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang
merupakan awal cerita.
2. Penampilan masalah : bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelaku
cerita.
3. Puncak ketegangan / klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat,
konflik telah memuncak.
4. Ketegangan menurun / antiklimaks : masalah telah berangsur – angsur dapat
diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
5. Penyelesaian / resolusi : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
6. Perwatakan :
Menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga
segi yaitu melalui:
- Dialog tokoh

Selasa, 17 April 2012

TATA USAHA SMPN 1 BANJARSARI


Narasumber     :  Ibu Euis
Anggota           :  Eki Septiani Wulan D
                          Isma Tyaswati
                          Jeri Maulana Yusuf
                          Robby Awaludin
                          Sylvia Mahaedally

 

TU ( Tata Usaha ) didirikan bersamaan dengan berdirinya suatu sekolah. TU berfungsi untuk melayani seluruh warga sekolah terutama di bidang administrasi. Sama seperti guru, TU juga tidak ada libur tapi hanya cuti tahunan. Jika ada keperluan yang penting guru di TU dapat izin. TU untuk hari minggu sama seperti yang lain libur. TU di SMPN 1 BANJARSARI letaknya berada di dekat ruang kepala sekolah. Anggota TU SMPN 1 BANJARSARI berjumlah 13 orang. Kepala TU di SMPN 1 BANJARSARI yaitu Warni Kusuma Senjaya.




Selasa, 10 April 2012

Kemah Wisata Di Batu Karas

Hallo kawan..
Kali ini bertepatan tanggal 23 Maret 2012, aku bersama anak-anak Regu Inti atau kependekannya RI juga kelas VII di SMP Negeri 1 Banjarsari akan berkemah di Batu Karas. Kami semua akan melakukan apa saja ya di sana .? Ayo kawan mari ikuti perjalanan kami !!!!

Sekitar pukul 07.30 kami semua RI sudah berkumpul di sekolah dan siap untuk berangkat. Saat itu Tria Listania yang biasa di sapa TL si cewe super ribed yang cerewed juga nyebelin tak henti bicara membahas barang bawaannya, semua anak-anak memperhatikan tingkah TL yang sudah biasa. Disaat akan berangkat, ada salah seorang rekan kami yang belum datang. Siapa lagi ya.? Tak lain lagi dia bernama SHOFWAH. Shofwah si super santai, tapi walaupun super santai ga kesiangan, dan juga ga ribed kaya si TL. Disaat kami semua sedang mengangkat barang yang akan di bawa ke Batu Karas, Shofwah baru muncul, . yahh gpp lah. Ayo kawan, kita lets go to Batu karas…..
Baru saja berangkat, kok udah berhenti. Ternyata kami berhenti untuk mengambil  barang. Supirnya kurang ajar banget. Rekan kami yang bernama Maydy hampir jatuh dari atas truk gara-gara supir yang asal tancap gas. Untungnya dia loncat, dan Alhamdulillah dia gpp.
Sepanjang perjalanan kami asik bercerita dengan semuanya, ada yang saling mengejek satu sama lain, ada yang dengerin music, dan ada yang berfoto-foto, dan guru B.K kita tak lain lagi Taofiq Septiawan, kalau di pramuka biasa di sapa K.Opik. Dia sangat cerewed tak henti-hentinya mememojokan anak-anak. Pokonya seru deh walaupun naik truk. Dijalan kayanya aku nyebelin deh, soalnya rekan aku yang bernama Syifa marah-marah ga jelas. Tak sangka sebentar lagi sampai. Sesampainya di sana, kami beristirahat sejenak untuk mempersiapkan tenda-tenda dan yg lainnya. Selesai beristirhat kami membuat tenda, pada waktu membuat tenda aku benci banget sama TL karena dia kerja sambil maen handphone terus. Pengen banget aku ngomong ke K.Opik tapi ga ada orangnya. Kami tidak terlalu memikirkan tenda, tenda belum selesai kami sudah ganti memakai pakaian pramuka. Untungnya ada kakak DKR yang membantu kami semua. Terima kasih kakak DKR atas bantuan kalian kami bisa menyelesaikan tenda J
Pukul 15.10 sudah ada yang sampai sedangkan tenda masih dalam perbaikan karena terjangan angin yang sngat kuat. Tak lama kemudian truk yang lainnya menyusul, aku sangat ribed melihat semuanya. K.Opik meminta bantuan agar semua kelas VII berkumpul karena ada hal yang akan disampaikan. Setelah tenda selesai di perbaiki dan adik-adik kelas VII sudah cukup beristirahat kami semua akan melaksanakan upacara pembukaan. Sebelum upacara pembukaan di mulai, aku dan Widdy membawa tanda peserta untuk di bagikan ke adik-adik kelas VII, setelah selesai membagikan tanda peserta ada seorang kelas VII yang meminta bantuan aku untuk memasangkan tanda peserta dia bernama Fathurroman Fauzi, yang waktu itu aku ceritakan. aku seneng banget karena pada waktu itu tangan aku di pegang olehnya. Pada saat upacara pembukaan aku sangat semangat dan tidak mau cuci tangan. Hehehe  ;)
Dan snengnya lagi TL melihatnya. Puas banget.
Malam pertama kemah wisata bersama adik-adik kelas VII gimana ya rasanya ,? Pastii seru .
Adzan sudah berkumandang, hari mulai gelap saatnya malam tiba. Rekan aku yang yang Bernama Yufika sedang berkeliling dan memberi tahu waktunya shalat. Kami semua melaksanakan shalat berjamaah di arena buper. Selesai shalat dilanjutkan dengan santapan rohani dari kakak Pembina dan sedikit arahan dari kak mabigus. Disaat pemberian meteri kami semua RI dikumpulkan sedangkan adik-adik kelas VII di pegang oleh kakak DKR. Karena sikon tidak mendukung kami semua di pindahkan ke tempat yang teduh. Kakak DKR meminta perwakilan dari kami untuk menjelaskan sedikit tentang semaphore. Aku juga meminta bantuan kepada kang Tata(kakak DKR) untuk menjelaskan sedikit tentang sandi rumput. Kang Tata lebih ingin aku yang menjelaskannya. Aku menerimanya sambil belajar memberanikan diri.
Materi sudah selesai, saatnya istirahat tapi kelas VII nyebelin. Saatnya istirahat malah main, saatnya main malah minta istirahat. Terpaksa aku dan Tamziz mengamankannya karena susah di atur, aku meminta bantuan yang lainnya dan tetap saja sperti itu. Kami bertindak maen kasar. Kami memberi ancaman jika tidak tidur tenda akan dirobohkan tetapi apa? Mereka tidak takut akan ancaman kami semua, apalagi putra. Mereka sudah tidur, RI dilarang tidur oleh K.Opik kerana akan mempersiapkan renungan malam. Saat renungan malam semuanya lucu, karena dipisah pemberangkatannya dan kebetulan di pisahnya dari pos aku, maka aku tertawa melihat ekspresi wajah adik kelas sampai seperti itu. Ada yang ketakutan, penasaran, tertawa, sampai-sampai ada yag tak henti berdo’a saking ketakutan. Sewaktu renungan semua RI mendengarkan dan di akhir kami dikumpulkan.
Sesampainya di buper aku langsung tidur. Dan disaat aku lagi enak tidur, Yufika membangunkan aku dan meminta aku untuk mengambilkan bajunya. “Bodo ah, mendingan tidur lagi” ucap aku. Yufika datang lagi dan marah-marah karena ga bangun-bangun.

Hari kedua disana, menyenangkan ga ya ?
Hari kedua disana di adakan penjelajahan. Sewaktu pembagian pos K.Opik merubah semuanya. Kami semua yang menjaga pos awal sampai akhir berangkat lebih dahulu sambil survei. Dan sisanya yang menjadi tim penyapu juga P3K mempersiapkan apel pagi di arena buper bersama pembina. Untuk penjelajahan pos pertama yaitu yel-yel dan Mars NESABANRI, pos ke dua yaitu sketsa panorama, pos ketiga yaitu pengetahuan umum, pos keempat yaitu sandi, pos kelima yaitu PBB, pos keenam yaitu tali-temali, pos ketujuh yaitu P3K, dan pos terakhir yaitu kim. Aku ditempatkan di pos 4, tempatnya enak hanya banyak nyamuk. Sewaktu di pos aku, jalanan buntu pos aku hampir dipindahkan ke tempat yang lain, tetapi karena ada dua arah jalan akhirnya kami tetap ditempatkan dipos tersebut dan meneruskan perjalanan. Bye-bye semuanya .. sampai ketemu nanti dipos selanjutnya,  Sambil menunggu kelas VII kami membagi tugas dan mempersiapkan soal, setalah selasai kelas VII tak datang juga. Beberapa menit kemudian terdengar suara akhirnya kelas VIIA(putri) datang, dan mulai terjadi penumpukan, aku kesel disaat kelas VIIE(putra) karena mereka selalu bercanda dari kata “hatur” menjadi “Fathur” dan lebih keselnya lagii disaat VIIF(putra) mengerjakan soal rekan aku yang bernama Febi berkata “Aduh ki, tas punya Aconge jam tangan punya Miftah. Kalau Fathur dmana?” aku jwab  “Dihatiku J” Fathur pun melirik aku dan tersenyum. Tak lama kemudia Febi membantu aku menyelesaikan semunya. Setelah selesai aku bergabung bersama tim penyapu dan berhenti di pos berikutnya disana sudah banyak anak-anak RI juga kelas VII yang lainnya. Dijalan karena kami tim penyapu kami tidak boleh mendahului kelas VII yang terakhir yaitu kelas VII-I(putri). Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan kembali. Sesampainya di pos 6 tidak menyenangkan dan akhirnya kami meninggalkannya tanpa menunggu rekan kami yang berjaga dipos tersebut. Kami semua  hampir tersesat dan memutar balik ke arah yang semula. Akhirnya kami semua mengikuti kelas VII untuk diteruskan ke pos 7. Disana aku kembali mengajarkan kelas VIIF(putra) bersama Widdy setelah selesai kelas VIIF(putra) aku mencari shofwah dan shofwah telah berangkat duluan ke pos 8, aku berangkat dengan dengan anak-anak lainnya, tepatnya ke pos akhir tanpa menunggu dipos 7 selesai. Pada giliran kelas VIIF(putra) aku ingin mencobanya mengetes kim cium dan rasa, lebih tidak di sangka oleh aku yaitu perwakilannya, karena tiap regu hanya 2 orang. Aku menginginkan Fathur, dan akhirnya, horeeeJ...,,, berhasil perwakilan untuk kim cium dan rasa adalah Fathur dengan satu orang rekannya aku tidak tau namanya. Dan ternyata Pak.Asep Hendarto nyebelin, Febi tak hentinya mengoceh, pada saat itu pas banget aku lagi nyaupin Fathur kopi, Febi berkata”fhoto ath, fhoto” lalu Pak.Asep Hendarto benar-benar fhoto aku dengan Fathur.  Ih, bener-bener ngeresein dan nyeblinn, L
Setelah selesa semua dan aku akan pulang ke buper bersama kela VII-I dan juga RI yang bersama aku di pos akhir. Selesai penjelajahan, kami beristirahat dan tepat jam 13.00 kami semua bersiap-siap untuk permainan. Wahhh, panas nya super udah harus nyeker lagi. Tapi tetap aja ada yang tidak mau membuka alas kaki. Ya sudahlah gpp. Permainan untuk putra sepak bola, sedangkan putri tarik tambang. Permainan berjalan dengan lancar untuk sepak bola belum ada pemenangnya sedangkan untuk tarik tambang berhasil dimenangkan oleh kelas VIID dan akan bertanding dengan kami RI. Alhamdulillah kami dari RI berhasil memenangkan tarik tambang. Senang tapi kaki panas karena tidak memakai alas kaki, setelah bercape-cape kami semua berlari menuju pantai dan siap untuk membuat halang rintang. Aku mengumpulkan semua anak-anak agar berkumpul di arena tempat halang rintang, kecuali kelas VII-I dan VIIF putra karena akan menyelesaikan pertandingan ke babak final. Semuanya berbasah-basahan. Seperti biasa TL cewe rese yang nyebelin itu selalu saja membuat hal-hal yang tidak diinginkan., Aku disuruh K.Opik menyuruh semua anak yang sedang bermain bola berhenti, dan dilanjutka setelah selesai halang rintang. Aku dan Rangga berjalan menuju posko dan tak sengaja melihat Fathur yang sedang berada di tenda lalu Rangga bertanya “sedang apa dan kenapa ?” dia menjawab,”gpp”. Simple banget jwabannya. Lalu aku menyuruh Rangga memanggil P3K, setelah selesai mengobati aku melarang bermain bola, tetapi dia tetap saja bermain. Disaat aku akan kembali ke tempat halang rintang ternyata tinggal satu kelas dan tak lama selesai, karena waktu masih siang dan kegiatan sudah selesai lalu adik-adik karena pakainnya juga kotor dan basah pula akhirnya diperbolehkan berenang sampai pukul 16.00 .Disaat permainan berlangsung, sempat saja Rama berteriak kepada aku dan Fathur. Pada saat itu, aku sedang duduk di depan tenda sambil memegang makanan. Tak lama kemudian TL datang dengan pakaian yang basah, kemudian dia berfhoto bareng dengan anak-anak lainnya. Ok kalau gitu ceritanya, mendingan aku mandi takut keburu ngantri nanti malah dimarahin sama K.Opik gara-gara telat mempersiapkan apel sore. Pada waktu itu juga Shofwah mengajak aku berfhoto bareng menggunakan handphone TL. Namun aku menolaknya, lebih baik mandi dari pada harus di fhoto pakai handphone TL. Setelah mandi aku langsung mencari Tamziz untuk mempersiapkan apel sore, adik-adik kelas VII pada saat itu terlihat sangat terburu-buru soalnya waktu udah meped sedangkan untuk mandi atau lain sebagainya, membutuhkan waktu yang cukup lama. Udah ngantri lagi begitupun dengan RI nya juga sma.
Waktu sudah sore, saatnya apel sore namun sedikit agak ngaret. Selesai apel sore lalu kami di sibukan untuk persiapan unggun api. Lebih ribednya lagi harus belajar dan latihan untuk api dasar dharma dengan konsep yang berbeda.

Malam kedua di Batukaras, apa yang terjadi ?.
Mari teruskan bacanya kawannn.!!!!
Malam minggu tepatnya malam dimana api unggun akan di laksanakan. Sebelum pelaksanaan api unggun, kami membuat dulu api unggunnya, dan supaya lebih cepat selesai kami dari RI dan Pembina meminta bantuan adik-adik kelas VII, maximal 5 orang tiap regu. Pada waktu itu aku berlari ke kelas VII(putra). Setelah selesai smua adik-adik kelas VII akan di kasih santapan rohani kembali, pada waktu itu akan membantu Widdy, namun aku melihat tenda di VIIF(putra) ada TL, Wilda, dan Fathur sedang berbicara. Lalu aku menyuruh Febi menghampiri mereka dan meminta agar tidak memisahkan diri dari yang lainnya. Aku pun mengikuti Febi dari belakang lalu aku berkata kepada mereka “Kamu berdua RI kenapa malah disini, yang lain sbuk ini itu. Terus kamu Fathur, kalau sakit ngomong ke P3K bukan malah tidur di tenda seenaknya.” Lalu TL menjawab “Gitu-gitu juga dia itu alumni” kemudian aku membangunkan Fathur dan membawa dia ke posko, tapi waktu dijalan Fathur berkata”kenapa mesti seperti ini” aku tidak mengerti perkataan dia, sesampainya di posko lalu aku memanggil Pak Agus, karena tadi siang dia keseleo dan akan di pijit. Sewaktu dia di pijit, aku tidur lumayan memanfatkan waktu, dan tak terasa saatnya shalat isya, lalu aku di bangunkan dan aku meranjak mencari Rohmat atau biasa aku panggil Ayang, dan ternyata dia ada di belakang sedang menyiapkan api unggun bersama kakak DKR dan yang lainnya. Disana ada TL sedang maen handphone bersama Wilda dan Nuraini. Aku benci sama perlaukan TL selama di Batu Karas. Setelah selesai santapan rohani lalu aku membawa Fathur kembali ke tenda nya, disana anak-anak VIIF(putra) heboh sendiri tak tau apa yang membuat mereka menjadi heboh. Pada saat malam itu rekan kami yang bernama Rangga marah-marah di kelas VIIG(putra) karna ada salah seorang yang selalu menepas perkataannya. Tepat setelah selesai shalat isya kami RI akan latihan untuk upacara unggun api sedangkan yang tidak menjadi petugas upacara akan membantu kakak DKR merapikan barisan dan menjaga dari belakang. Disaat itu konsep api unggun berbeda dengan yang biasa, pada awalnya sangat rumit karena kami semua hampir kebingungan akhirnya sedikit di permudah dan Alhamdulillah kami bisa mempraktekannya. Lebih nervest lagi aku dan Rohmat yang nomor pertama, setelah selesai latihan kami petugas api dasar dharma ingin gladi dulu, namun Pembina tidak menginginkannya karena yang ada akan memakan waktu banyak, , dan kebetulan waktu itu obor untuk api unggun belum di isi dengan bahan bakar/bensin jadi kami berkumpul sejenak, lalu rekan kami yang bernama Jeri menginginkan berdo’a dulu sebelum upacara dimulai karena itu sudah menjadi kebiasaan di kami dan membiasakan berkata “BEST”. Acara demi acara mulai berlangsung saatnya penyalaan unggun api. Kami semua mengupayakan agar diri kami relax supaya kami tidak salah dalam menyalakan unggun api dan yang terpenting konsentrasi karena ini adalah konsep baru. Alhamidulillah kami dapat melaksanakan dengan baik, kami sangat senang karena bisa melakukan semuanya dengan baik. Saat aku melihat semua adik-adik kelas VII baik putra maupun putri karena membentuk lingkaran persaudaraan jadi memudahkan aku untuk melihat dan mencari seseorang namun yang aku cari tidak ada, ternyata dia sakit dan tidur di tenda. Ya sudahlah gpp, disaat pentas seni aku berharap akan ada dia, namun tidak ada perwakilannya saja sudah temannya. Berarti dia sudah tidak ada dilingkaran persaudaraan. Padahal aku ingin sekali dia bisa ikut dalam upacara unggun api, tapi itu tak kunjung terjadi dan mungkin di lain kesempatan dapat mengikuti unggun api atau mungkin juga aku dapat menjadi petugas sekaligus bersamanya. Amiin J

Karena sikon tidak mendukung maka adik-adik kelas VII diperbolehkan masuk tenda untuk beristirahat, kemudian hujan tiba-tiba berhenti kami semua melanjutkan acara sampai jam 22.15 pada saat berlangsung nya acara karena aku ngantuk lalu aku tidur di lapangan, bukan hanya aku, ternyata yang lainnya juga tidur termasuk peserta. Mungkin karena kami kecapean terpaksa acara di hentikan. Dan akan dilanjutkan bsok pagi yaitu olahraga, apel pagi, dan wisata pantai. Menurut TL itu saat-saat yang paling dinantikan olehnya. Aku mengacuhkan semua kata dia, huhhh seperti biasa kami RI tidak diperbolehkan tidur sebelum adik-adik kelas VII tidur.
Setelah semuanya tidur, aku mencari tempat untuk tidur karena yang lainnya tidur di tenda kelas VII(putri) untuk putri dan putra aku tidak tau. Akupun tidur di tenda kelas VIIB(putri) sambil bermain handphone dan juga mendengarkan music. Baru saja tidur sudah dibangunkan oleh rekan aku yang bernama Hana, ternyata ada acara lagi untuk CRI(Calon Regu Inti) yaitu pelantikan sambil renungan tepatnya jam 00.15 karena putri sudah cukup banyak dan hampir sudah berkumpul semuanya disaat kami RI sedang berkumpul tiba-tiba K.Opik menghampiri dan meminta bantuan kepada kami RI putri untuk membangunkan CRI putra, langsung saja aku berlari ke kelas VIIF(putra) untuk membangunkan Fathur, dan Hana juga datang akan membangunkan Rama. Setelah Hana datang Rama pun langsung bangun, tapi kenapa Fathur tidak bangun juga ya.? aku mencoba membangunkannya lagi untungnya Fathur bangun dan langsung berkata “ada apa ?” aku menjawab “bangun, pakai pakaian pramuka yang lengkap, siap tidak ? apa masih sakit ?”  Fathur menjawab lagi “Iya, Insyaallah, udah agak mendingan”. Setelah mendengar kata-kata itu aku terdiam sejenak teringat masa laluku dengannya yaitu disaat aku bertanya sperti itu karena waktu itu tepat dia pernah sakit dan persis sekali dia memabalas sms aku seperti itu. Aku hanya bisa tersenyum jika teringat dengan masa laluku bersama orang-orang yang aku sayang dan mungkin aku tidak dapat bersama mereka lagi di masa yang akan datang. Tak lama kemudian aku menghampiri mereka bersama Fathur lalu aku berlari menemui kakak DKR dan siap membuat rute perjalanan malam. Pada waktu dibagi pos, aku tidak ingin berjaga dipos karena aku ingin memarahi CRI dari awal sampai akhir. Namun setelah sampai tempat renungan dan CRI siap di berangkatkan dari buper satu per satu. Pada waktu itu karena terjadi penumpukan, maka aku membantu Tamziz dipos bayangannya. Aku menyuruh Tamziz membawa adik-adik CRI yang sudah ada. Supaya lebih cepat maka Tamziz sekaligus membawa dua orang sambil ditutup matanya. Sewaktu aku menunggu yang lainnya sampai aku tidur sebentar, dan tak lama Tamziz datang aku dimarahinya karena malah tidur bukannya berjaga. Anak-anak yang disana tertawa, akhirnya aku membawa dua orang CRI ketempat renungan namun pada tengah jalan aku bertemu dengan salah seorang rekanku dan dia membantu aku membawa salah seorang dari yang aku bawa. Sesampainya disana aku bertanya kepada kang Suhe “akan disimpan dimana anak ini ?” lalu dia menjwab “cari tempat yang tepat aja.”  Tria ada disana dan dia terlihat sangat jealous ketika aku membawa anak itu. Hanapun datang membawa Rama, dan setelah berkumpul semuanya kami RI disuruh berkumpul dan kami diberitahukan agar dapat memberi pelajaran kepada CRI yaitu dengan mengungkit-ungkit kesalah mereka. Tapi, sebelum itu malah ceramah dulu kami RI ikut mendengarkan ceramahnya dipinggir- . pada saat ceramah aku, tidur karena tidak kuat ngantuk, aku melihat kiri ada Shofwah sedang terdiam dan ternyata Shofwah juga tidur. Lihat kanan ada Febi, Rangga, Estu, dan Widdy mereka juga tidur. Setelah ceramah selesai aku membangunkan Shofwah namun dia susah bangun. Disaat Shofwah sudah bangun, lalu dia membangunkan Widdy karena susah bangun karena susah bangun lalu dibiarkannya dan Shofwah mengira Widdy adalah CRI yang bernama Sherin. Sewaktu membariskan anak-anak Shofwah mempunyai rencana bahwa dia ingin memarahi dengan berawal dari hapalan Dasar Dharma. Namun apa?. Salah…
Ternyata yang kena marah itu kami RI karena kami kurang baik dalam bekerja, lebih anehnya lagi kenapa WIddy,Estu, dan Rangga malah tidur? Dan sampai sekarang merka dijuluki dengan Regu Tidur. Hehe JJJ..Sedangkan yang lain membariskan CRI.
Pada waktu ada lucunya, ada takutnya juga. Kakak Pembina menyuruh kami menghitung RI dan CRI berapa jumlahnya.? Lama kelamaan kami dimarahi dan dibentak-bentak karena CRI putri tidak sesuai dengan jumlah pemberangkatan awal, dalam arti ada yang hilang maka dari itu kami semua panik dan mulai kebingungan apa yang harus kami lakukan. Kakak Pembina menyuruh kami semua mencarinya sampai bertemu tidak hanya RI, CRI juga ikut mencarinya. Aku dan Tamziz kembali ke buper dan akan mengecek adakah dia disana atau benar-benar hilang.? Semuanya ketakutan, dan sampai-sampai ada rekan kami yang menangis hanya gara-gara itu. Setelah itu kami kembali ketempat yang tadi dan Tria mencarinya bersama Tamziz pada saat aku dan Kang Tata, aku keceplosan berkata “tak percaya hilang, pasti hanya disembunyiin kalau kaya gitu lebih baik tidur, heuhhh. L” aku  kembali lagi ke buper dan menghampiri Shofwah.

Setelah kami semua mulai cape dan terlihat ngantuk kami semua dikumpulkan dan diberitahukan bahwa anak tersebut telah ketemu dan ternyata tidak hilang. ALHAMDULILLAH.
Kami langsung beristirahat Karena kacapean. Aku pergi ke posko bersama Trias disana ada Hana sedang tidur karena Hana sedang sakit. Lalu aku kembali lagi dan tidur di tenda kelas VIIB. Kami tidak memikirkan kegiatan yang akan dilaksanakan besok, tepat pada jam 05.30 aku dibangunkan oleh Syifa namun aku susah bangun yang ada aku bangun jam 06.15 dan bukan hanya aku yang lainnya juga sma. Pada waktu aku bangun yang lainnya sudah siap untuk apel pagi. Untungnya ada Sofwah yang belum mandi jadi aku bisa sedikit santai karena Shofwah si super santai, ahhahahah .
Aku ga mandi kali ini karena nanti kami semua akan berwisata pantai. Aku hanya cuci muka dan merapikan pakaian. Aku langsung mencari Tamziz dan melihat jadwal, tetapi kakak DKR menyuruh kami mengumpulkan adik-adik kelas VII untuk berjalan-jalan. Kami RI dibagi menjadi dua, ada yang tetap di buper dan ada yang ikut berjalan. Pada waktu berjalan-jalan kami semua disuruh untuk menyanyikan lagu Mars NESABANRI oleh kakak DKR tetapi kami hnya menyanyikan diawal saja juga tidak boleh keluar dari barisan, jalan-jalannya cukup jauh dan cape juga. Enakan yang di buper, entah apa yang dilakukan mereka pada saat kami semua berjalan-jalan pagi. Kakak DKR meminta jeri yang meminpin pada saat jalan-jalan pagi,.
Sepulang jalan-jalan pagi aku, Shofwah, Deandra, Tamziz, dan Jeri berkumpul di tengah jalan untuk beristirahat juga bercerita, tanpa aku sadari aku tertawa begitu enak dan puas ternyata bnyak yang memperhatikan. Hduhhh, jadi malu .heheh….. gpp lah biasanya juga malu-maluin setelah itu lalu aku dan Tamziz melihat jadwal. Setelah melihat jadwal lalu kami RI makan terlebih dahulu dan setelah selesai langsung memberi tau kelas VII. Pada waktu kami semua berkumpul di dapur dan pada saat aku menemui kang Tata aku bercerita sejenak tentang kedisiplinan kelas VII yang sekarang, pada waktu itu kang Yayan menyruh aku menanyakan tentang pelantikan yang akan diadakan disekolah atau sekarang. Aku menanyakan kepada K.Opik menurutnya terserah, jika sekarang siap tidak ada masalah sekarang saja, tetapi lebih resmi lagi kalau di pangkalan “OK. ! siap K.Opik,” ucap aku. Pada waktu aku menghampiri kang Yayan dan akan mengatakan pelantikan di pangkalan aku melihat adik-adik kelas VII sedang di hukum oleh kang Suhe hukumannya yaitu bending. Puass aja deh buat kelas VII.  Eh, hehe

Saatnya upacara penutupan.
Horeeee, bentar lagi pulang ke Banjarsari. Tapi kayaknya kami semua betah deh dan ga mau pulang, disini banyak meyimpan kenangan, setelah upacara selesai semua diperintahkan agar memindahkan barangnya masing-masing karena pada saat kami berwisata pantai tenda akan di bongkar oleh Pembina dan di bantu oleh kakak DKR. Maksihh ya J
Pada saat yang lain berwisata pantai aku mandi dan tidak berwisata pantai. Sbenarnya sich pengen banget kayanya rame gitu maen pasir, maen air, sirik deh aku sama mereka. Tapi ga ah, males udahnya harus mandi belum ngantrinya lagi, takut ditinggal truk. Eh, bener Shofwah ditinggak truk RI jadi gara-gara dia super santai bukan hanya Shofwah masih ada Tria, Syifa, Wilda, kalau ga salah. Di truk aku enak tidur tapi ga sengaja mecahin lampu karna di dudukin sma aku.. hehe
Kami berangkat terlebih dahulu tapi sampai kok terakhir L. Sesampainya di kalipucang truk yang lainnya menysul dan tak terasa cpet bangett.
Ga kerasa kok cepet banget kemah wisatanya. Pengen balik lagi deh, pengen di ulang lagi
Batu Karas, good bye. See you next time.

Rabu, 01 Februari 2012

Bruno Mars

Bruno Mars

Bruno Mars atau Peter Gene Hernandez (lahir 8 Oktober 1985), lebih dikenal dengan nama panggung Bruno Mars, adalah seorang penyanyi-penulis lagu Amerika dan produser musik. Dibesarkan di Honolulu, Hawaii oleh keluarga musisi, Mars mulai membuat musik pada usia muda. Setelah tampil di berbagai tempat musik di kota kelahirannya sepanjang masa kecilnya, ia memutuskan untuk mengejar karir musik. Mars mulai memproduksi lagu untuk artis lain, bergabung dengan tim produksi Smeezingtons.

Ia menjadi diakui sebagai artis solo setelah pinjaman vokal dan menulis untuk lagu “Nothin’ on You” by B.o.B, dan “Billionaire” oleh Travie McCoy. Ia juga menulis hits “Right Round” oleh Flo Rida menampilkan Kesha, “Wavin Flag ‘” oleh K’naan, dan “Fuck You!” oleh Green Lo Cee. Pada bulan Oktober 2010, ia merilis album debutnya, Doo-Wops & Hooligans. Dihubungkan dengan single “Just the Way You Are” dan “Grenade”, album memuncak di nomor tiga di Billboard 200.  Dia telah Pemenang Grammy di 53 Grammy Awards, yang Telah Di gelar pada tanggal 13 Februari , 2011. Itulah profil bruno mars idola baru.

Selasa, 10 Januari 2012

Sinopsis Novel Mahkota Cinta

Judul buku : Mahkota Cinta
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy


Novel islami yang berjudul Mahkota Cinta ini menceritakan tentang perjalanan panjang seorang Ahmad Zul dalam mencari jati diri, kehidupan, dan cinta. Seorang zul dia memulai perjalanan dari semarang sebagai tempat lahirnya menuju kejakarta, dari Jakarta menuju batam, dari batam menuju Malaysia, dan kembali lagi ke Yogyakarta.
Dalam perjalanan ke Malaysia zul bertemu dengan siti martni, mereka ngobrol selama perjalanan, siti martini menceritakan pada zul perjalanan pahitnya ketika dia tahu bahwa suaminya itu adalah orang yang sangat berengsek dan menipu dia. Selama perjalanan zul; merasa mendapat petunjuk soalnya dia ga tahu harus ngelakuin apa. Dia belum pernah ke Malaysia makannya dia ga tahu tempat disana.
Sesampainya di Malaysia, zul bingung harus kemana dia tidak punya tujuan yang pasti, dia coba nelepon pa rusli orang yang disanrankan pak Hasan yang harus ditemui zul, tapi ga diangkat-angkat. Akhirnya siti martini mengajak zul ke rumahnya untuk menginap semalam ataudua malam sebelum dia ketemu sama pa rusli dan zul pun menyetujuinya.
Mereka langsung menuju rumah mari, sesampainya di rumah mari zul disambut oleh teman-teman mari. Malam itu jul tidur di rumah mari, keesokan harinya zul pergi meninggalkan rumah mari karena ingin menghindari Linda sekalian mencoba menghubungi

Setelah selesai makan Zul memutuskan pergi jalan-jalan keluar ke pusat kota, karena dia merasa tidak akan kua imannya jika terus bersama linda di rumah itu. Zul langsung keluar dari rumah itu dan meninggalkan Linda sendiri. Dari Subang Jaya zul menggunakan bus Rapid KL menuju terminal KL Sentral, di sana zul merasa bingung lalu dia berinuisiatif menghubungi Pak Rusli dan akhirnya dia dapat menghubungi pa Rusli, zul mengutarakan maksud dan tujuan dia dating ke Malaysia dan menghubungi pak Ruslipun karena pemberitahuan pak Hasan waktu zul berada di Batam. Dari Rapid KL jul menuju KTM dan turun di Mad Valley untuk bertemu dengan Pak Rusli.
Setelah sampai di Mad Valley Zul bertemu dengan pak Rusli dan mereka berbincang-bincang mengenai maksud dan tujuan Zul, disana zul di beri pengarahan dan arahan oleh pak Rusli untuk bias melanjutkan sekolah S2 di Universitas Malaya. Zul merasa bahagia sekali dan sangat bersemangat untuk menempuh hidup barunya, mereka mengelilingi Universitas Malaya untuk melihat-lihat dan mereka shalat ashar dulu di mesjid Akademi Pengajian Islam setelah itu pak rusli mengantarkan Zul bertemu dengan teman-temannya yang dari Indonesia.
Setelah beberapa lama mereka turun dari mobil, pak rusli dan zul langsung menuju sebuah apartemen tempat mahasiswa dari Indonesia yang akan dikenalkan pak rusli kepada Zul, sesampainya di apartemen itu zul disambut dengan ramah oleh penghuni rumah yaitu Sugeng, Yahya, Arif, Rizal, dan pak Muslim. Semua teman-teman barunya menceritakan latar belakang mereka yang dengan penuh susah payah berjuang hanya untuk meneruskan pendidikan mereka. Setelah beberapa lama penghuni flat itu kumpul semua, mereka memberikan semangat yang besar kepada zul untuk terus melanjutkan kuliahnya bahkan Yahya menawarkan zul untuk tinggal disana dan sekamar bareng sama Yahya, tak ada keraguan bagi zul untuk menolak tawaran tersebut dan akhirnya zul memutuskan untuk tinggal di flat tersebut bersama yahya dan teman-teman yang lainnya.
Dengan perasaan lega karena Zul sudah diterima oleh teman-teman barunya pak Rusli memutuskan uytuk pulang dan pak Ruslilangsung pamitan kepada semuanyya. Malamnya zul merasa punya semangat dan saran serta dorongan dari teman-temanya untuk bias menentukan langkah selanjutnya. Semua yang ada di rumah itu ingin memberikan bantuan semampunya.
Sugeng menawarkan diri untuk membantunya mengurus pendaftaran di UM. Karena Zul masuk ke Malaysia tanpa single entry maka urusan imigrasi pasti akan sedikit ada masalah. Rizal yang sudah punya pengalaman dalam masalah ini bersedia mendampingi Zul jika nanti harus berurusan dengan masalah visa. Yahya dan Arif akan membantu mencarikan Informasi kerja. Dan Pak Muslim, yang paling tua di rumah itu, menawarkan sepeda motornya jika akan digunakan Zul selama Pak Muslim melaksanakan penelitian di Sabah pak muslim menyarankan supaya zul dafar saja terlebih dahulu.
Sesudah itu zul menyetujui saran dari teman-teman barunya, dan zul memutuskan untuk kuliah di UM mengambil jurusan psikologi pendidikan, fakultas pendidikan. Keesokan zul mengurus berkas-berkas lamarannya ke UM di damping sugeng selama dua hari zul bolak balik kesana kesini menguruskan berkas dan berkasnya telah beres. Zul tinggal menunggu panggilan dari Universitas Malaya.
Selama menunggu panggilan dari UM Zul memutuskan untuk mencari kerja supaya bias mendapatkan uang ntuk pembayaran biaya kuliah jika dia bias diterima di UM. Setelah itu rizal mengajak zul untuk bekerja dengan semangat zul menerima ajakan rijal bekerja, mulai saat itu zul bekerja dengan penuh semangat bagaikan tanpa lelah terus bekerja setiap hari sampai malam, teman-temannya sangat senang melihat semangat zul untuk bekerja demi mendapatkan uang untuk kuliah.
Suatu hari ia ingat bahwa barang-barang yang dibawanya dari Indonesia masih tertinggal di rumah Mari dan zul hanya bisa mengirim SMS kepada Mari:

"Assalamu'alaikum Mbak Mari. Maaf ya, sy blm bs ke tmpt Mbak. Juga maaf pada wkt itu tdk smpt pamitan. Alhamdulillah sy sdh dpt kerja. Dan sdh dpt tmpt tnggl yg nyaman. Trs trng sy sdng sngt sibuk. Nnti jk sdh agak longgar sy k tmpt mbak untk ambil barang insya Allah. Terima kasih atas sgl kebaikannya ya. Dari adikmu: Zul."

Dalam SMS itu ia mengatakan sebagai adik Mari. Karena ia merasa Mari memang tepat dijadikan kakaknya. Dan saat bertemu untuk pertama kali ia merasakan Mari begitu baik. Dan seolah Mari menganggap dirinya sebagai adik.
Smsnya itu langsung dibalas oleh Mari,
"Wassalamu'alaikum wr wb. Alhdulillah kau ternyata masih hidup :) Aku smpat khwtir krn kau pergi dan dua bulan tdk ada kbrnya. Ya, smg sehat dan sukses. Barangbarangmu
masih terjaga dgn baik di sini. Oh ya skdr informasi, jk nnti ke sini mngkn tak akan bertm Mbak Iin lagi. Dia sdh pulang ke Indonesia tiga hari yang lalu. Dan kemngkinan besar tidak akan kembali lagi ke sini. Terima kasih telah menganggapku sebagai kakak. Selamat bekerja. O ya apakah ini nomor hpmu? Salam sayang dari kakakmu: Mari."

Ia bahagia sekali membaca SMS itu. Ia merasakan bahwa Mari memang orang yang tulus. Menolong dirinya tanpa pamrih apapun. Terkadang terbersit dalam pikirannya andai saja Mari masih gadis dan umurnya lebih muda darinya. la merasa bisa jatuh cinta padanya. Cepat-cepat ia menepis pikiran yang tidak-tidak itu. La lalu menjawab pertanyaan Mari,
"Mbak ini bukan nomor hp saya. Tapi nomor teman saya. Tapi saya punya alamat email. Jika ingin mengabarkan sesuatu kpd sy, ini alamatnya: zoel_guanteng@okaymail.com. Terima kasih."
Ia lalu menerima jawaban singkat dari Mari, "Ya. Baik."

Suatu hari datanglah surat keterangan dari Universitas Malaya yang meyatakan bahwa Zul diterima di sana. Selama tiga bulan Zul bekerja mati-matian untuk dapat menghidupi kehidupan dan dapat membayar uang registrasi kuliah.
Perkuliahanpun dimulai, zul sudah mendapatkan jadwal aktif kuliah, dia harus bias menyesuaikan waktu untuk kuliah, belajar, dan bekerja. Tak terasa satu semester telah dilewati Zul dengan penuh semangat dan harapan. Malam itu Kuala Lumpur hujan deras tengah malam zul bangun dari tidurnya, dia muhasabah diri mengingat hal-hal yang penah ia lakukan dulu.
Pagi harinya zul ingin bersilaturahmi kepada Mari dan akhirnya dia pergi kerumah mari , sesampainya di rumah mari zul kaget karena melihat mari sedang mau diperkosa oleh Warkum yang merupakan mantan suami mari. Dengan segera zul memukul warkum sampai warum merasa kesakitan dan minta maaf. Warkum langsung pergi setelah diancam oleh Zul. Setelah kejadian itu mari sangat berterimakasih pada zul, bahkan mari rela melakukan apapun demi zul, akhirnya zulpun pergi meninggalkan mari dengan membawa barang-barangnnya.
Zul mondar-mandir di ruang tamu, semua penghuni flat itu sudah tidur. Zul selalu membayangkan kejadian tadi siang yang dia alami, wajah mari selalu terbayang di ingatan zul. Ia sadar bahawa dia sudah dewasa tapi ia bingung harus berbuat apa, seandainya ia menikahi mari ia takut kuliahnya tidak beres, tapi kalau tidak begitu dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencoba bertanya pada yahya dan yahyapun memberi saran pada dia, kalau memang zul sangat mencintainya lebih baik zul menikahinya dengan catatan kuliah harus sampai beres.
Dua bulan berlalu setelah yahya mengajak zul berbicara dari ahti kehati dengan harapan semangat zul kembali pulih tetapi sayangnya zul masih saja murung dan banyak melamun dia tidak semangat dalam bekerja, berusaha dan belajar. Melihat sikap zul yang seperti itu Pak Muslim selaku orang yang paling tua di flat itu memanggil zul dan memberikan tiga pilihan pada zul, yang pertama zul harus melupakan mari dan konsentrasi pada kuliahnya, yang kedua zul harus menikahi mari tetapa kuliah juga harus tetap jalan, dan yang ketiga pak muslim membebaskan zul untuk hidup sesukanya dengan syarat tidak boleh tinggal di flat itu. Akhirnya zul memilih saran yang kedua, keesokan harinya zul siap berangkat ke rumah mari dengan tujuan untuk melamar mari dan diantar pak Muslim.
Sesampainya di rumah mari zul sangat terkejut karena rumah itu telah kosong, zul dan pak muslim bertanya pada tetangga rumah itu dan tetangga itu menunjukan Koran yang Menyatakan bahwa penghuni rumah itu semuanya di tangkap polisi karena melakukan praktek prostitusi, zul sangat kecewa dengan berita itu dan akhirnya mereka pulang lagi ke flat mereka dengan hati zul yang sakit.
Dengan kejadian itu zul semangat lagi untukj melanjutkan kuliah dan bekerja, seisi flat itu senang melihat semangat zul kembali pulih. Zul dengan penuh semangat melanjutkan kuliah dan akhirnya dia sebentar lagi dia akan menyandang gelar M.Ed. (Master Education). Waktu terus berjalan dan zul pun mendapat kebingungan antara melanjutkan kuliah S3 atau pulang ke Indonesia untuk mencari kerja, dia pergi ke rumah yahya dan menceritakan kegelisahannya pada yahya. Dengan penuh kesabaran yahya selalu menasehati zul dan memberikan arahan-arahan kepada zul untuk megambil keputusan yang terbaik.
Yahya menyarankan zul untuk segera menikah dan yahya mengenalkan zul pada seorang wanita teman istrinya yang merupakan seorang dosen namanya Prof. Madya Datin Laila Abdul Majid, Ph.D. Dia menyelesaikan S.2 dan S.3-nya di Birmingham. Zul sangat terkejut dan senang seandainya dia jadi menikah dengan wanita itu, tapi sayang wanita itu sudah dijodohkan oleh keluarganya.
Setlah itu zul pulang dengan naik bus mini kuning ke Hentian Kajang, sebelum naik bus mini zul bertemu dengan sumiyati yang dulu pernah bertemu di SUbang Jaya di rumah Mari, sumiyati menceritakan apa yang terjadi pada mereka di rumah itu dan kahirnya zul baru mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, zul merasa sangat bahagia mendengar cerita itu.
Keesokan harinya yahya menghubingi zul dan mengasih tahu bahwa datin laela sudah di jodohkan dengan orang lain, zul sangat kecewa tapi di balik itu yahya memberikan kabar yang cukup menggembirakan bahwa di Indonesia tepatnya UNY (Universitas Yogyakarta) ada lowongan jadi Dosen S2 jurusan Sosiologi Pnedidikan. Zul memutuskan untuk langsung pulang dan melamar pekerjaan disana.
Tiga hari kemudian zul langsung pulang ke Indonesia menuju bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan ia dijemput oleh Pak Muslim. Sesampainya di bandara zul bertemu dengan Pak Muslim dan pak Muslim mengajak zul kerumahnya, di rumah pak Muslim Zul menceritakan perjalanan hidupnya setelah Pak muslim pulang ke Indonesia.
Besoknya pak Muslim mengantarkan zul untuk memasukan lamaran pekerjaan ke UNY, sesudah itu pak Muslim bertanya pada zul apakah zul belum berencana menikah, dan pak Muslim mau mempertemukan zul dengan teman istrinya, pak Muslim menjelaskan bahwa teman istrinya itu sangat baik. Zul menurut saja dengan apa yang disarankan pak Muslim, yang bernama Agustina Siti Mariana Maulida, M.Ec.
Waktu terasa cepat berlalu dan akhirnya saat yang di sarankan pak Muslim untuk bertemu dengan Agustina tiba, setelah solah isya zul dan pak muslim langsung ulang kerumahnya dan ternyata istrinya Pak Muslim dan Agustina orang yang akan dikenalkan dengan zul sudah berada di rumah pak Muslim. Waaku itu zul sangat terkejut karena yang dia lihat adalah Mari orang yang ia cintai waktu di Subang Jaya Malaysia.
Malam itu adalah malam yang sangat bersejarah dan membahagiakan bagi Zul dan Mari. Mereka sepakat untuk menikah secepatnya. Dan dua minggu setelah itu mereka mengikrarkan akad nikah di Sragen. Di desa kelahiran Mari. Selanjutnya mereka hidup bersama dalam kesucian. Dan beribadah bersama, saling mendukung dan menguatkan, sujud bersama dalam bingkai mahkota cinta yang terbangun indah di atas mahligai iman dan takwa.
Secara garis besar buku novel islami ini sangat bagus, Bahasa yang digunakannya juga bagus kerana mudah dipahami oleh pembaca sehingga kita sebagai seoorang pembaca bias langsung pham akan isi novel tersebut.