Label

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Membaca Memindai



Membaca Memindai adalah, membaca dengan cepat, cermat, atau teliti untuk memproleh informasi.
Contoh :
·         Kamus                                 
·         Buku telpon       Daftar kata/istilah/nama
·         Indeks buku       Di susun secara alphabet/berdasarkan abjad (a-z)
·         Inseklopedia                     

Tujuan
1.       Melalui Observasi
2.       Melalui Tanya jawab, siswa menemukan informasi dengan panduan indeks.

Apa yang di maksud dengan indeks buku ?
Indeks buku adalah, daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku catatan(biasanya pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata/istilah itu di temukan.

Manfaat Indeks
Untuk memudahkan pembaca mencari nama dan istilah nama yang di sebutkan dalam buku.

Ada Empat hal yang di masukan ke dalam indeks buku.
1.       Indeks nama (indeks pengarang)
2.       Indeks topik (subjek/istilah)
3.       Perincian indeks topic
Ciri perincian indeks topik
·         Agak menjorok ke dalam
Contoh :
Carnivora, 125
Herbivora, 123
                Sapi, 123             
                Kambing, 123       Indeks topik
                Kerbau, 123       
·         Merupakan bagian dari kata sebelumnya.
4.       Nomor halaman dimana nama, topik/rincian dari topik tersebut berada.

Bahan Dalam Pasta Gigi

Di zaman sadar kesehatan, adalah bahan yang digunakan dalam pasta gigi setiap memprihatinkan? Bagaimana mereka membantu meningkatkan kesehatan gigi? Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bahan pasta gigi, baca terus ...
Kita semua tahu pasta gigi yang digunakan untuk membersihkan gigi kita. Pasta gigi meningkatkan kesehatan mulut, dan mengurangi pembentukan plak gigi (bakteri yang menyebabkan penyakit gigi). Pembersihan secara teratur dengan pasta gigi memastikan gigi sehat dan kuat. Tapi apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang bahan dalam pasta gigi? Setiap bahan dalam pasta gigi memiliki fungsi tertentu. Mari kita lihat.

Bahan pasta gigi diklasifikasikan sebagai, baik aktif atau tidak aktif. Bahan aktif adalah mereka, yang memperkuat dan melindungi gigi dari bakteri. Mereka bekerja untuk meningkatkan kesehatan gigi Anda. Di sisi lain, bahan aktif tidak membersihkan gigi Anda. Mereka ditambahkan untuk menjaga tekstur, dan meningkatkan rasa dari pasta gigi.

Berikut ini adalah bahan dari pasta gigi modern:

Bahan Aktif

Fluorida: Ini adalah bahan yang paling penting dari sebuah pasta gigi. Senyawa ini mencegah kerusakan gigi, dan membuat gigi lebih kuat. Senyawa fluorida membatasi pertumbuhan plak gigi. Hari ini, merek pasta gigi yang paling mengandung sodium fluoride (NaF), namun, beberapa merek juga menggunakan Monofluorophosphate natrium untuk melindungi gigi dari gigi berlubang. Ketika datang untuk mencegah kerusakan gigi, orang pasti bisa mengandalkan fluorida. Bakteri berkembang pada partikel makanan yang terjebak di rongga mulut setelah makan. Mikroba ini mengeluarkan beberapa asam yang diketahui merusak gigi. Fluorida perlindungan gigi dari kerusakan akibat asam ini. Jika kerusakan gigi dalam tahap awal, maka fluoride dalam pasta gigi bahkan dapat memperbaiki masalah gigi. Yang paling penting, penggunaan sehari-hari pasta gigi berfluoride sangat penting untuk menjaga kekuatan enamel. Fluoride membuat email gigi cukup kuat untuk berhasil menggagalkan setiap jenis serangan bakteri. Dengan adanya fluorida, enamel lebih siap untuk menangani asam yang dikeluarkan oleh bakteri. Dalam istilah awam, dengan pemakaian teratur pasta gigi, mengucapkan selamat tinggal pada masalah-masalah email gigi dan yang menuruti putih mutiara bersinar tahun-tahun mendatang.

Tetrasodium Pirofosfat (Anti-tartar agen): karang gigi Gigi terbentuk karena endapan magnesium dan kalsium pada gigi. Pirofosfat menghentikan pembentukan karang gigi dengan menghilangkan elemen-elemen dari air liur. Tartar seperti yang kita tahu hasil dari tahun pengendapan mineral dari air liur pada gigi. Awalnya, lapisan tipis (plak) berkembang pada gigi yang mengeras dan berubah hitam dari waktu ke waktu, yang tidak lain adalah karang gigi. Untuk mencegah plak gigi ini mengeras dari terjadi, anti karang agen ditambahkan dalam pasta gigi.

Natrium Bikarbonat (Baking soda): Ini adalah kasar, dan menyediakan pemutih gigi ringan tindakan. Ini menetralkan asam air liur, dengan demikian mempertahankan situasi alkaline di mulut, bahkan jam setelah menyikat. Situasi alkaline tidak menguntungkan bagi dan menghambat pembentukan plak gigi. Ini adalah pemutih gigi alami dan karenanya efektif untuk menghilangkan noda. Ini adalah gigi efektif membersihkan agen dan karena aksi abrasif yang dapat membersihkan noda-noda coklat dan kuning. Sementara menyikat, baking soda infiltrat enamel gigi, yang membantu untuk mengurangi munculnya noda-noda yang ada di permukaan gigi.

Triclosan atau Xylitol (agen antibakteri): Triclosan membatasi pembentukan plak gigi dan memiliki kemampuan untuk menghancurkan bakteri. Kadang-kadang, seng sitrat atau seng klorida juga digunakan sebagai agen antibakteri, untuk mengontrol plak gigi. Kombinasi seng klorida dan triclosan efektif terhadap bakteri dan penyakit gusi. Para triclosan bahan antibakteri pada dasarnya mencegah bakteri dari memproduksi enzim tertentu yang diperlukan untuk keberadaannya.

Agen desensitizing (Kalium nitrat, klorida strontium, kalium sitrat): Beberapa orang mengalami nyeri akut, sambil makan makanan penutup manis atau beku, seperti es krim. Hal ini terjadi karena masalah gigi sensitif. Pasta gigi yang mengandung agen desensitizing membantu meringankan rasa tidak nyaman dan rasa sakit yang menyertai gigi sensitif. Kalium nitrat ditambahkan dalam pasta gigi yang diformulasikan untuk orang dengan gigi sensitif. Menggunakan pasta gigi yang mengandung potasium nitrat selama beberapa minggu bekerja untuk mengurangi sensitivitas gigi.

Hidrogen Peroksida (Whitening atau agen abrasif): Ini melakukan fungsi memoles dan membersihkan gigi. Hal ini digunakan dalam pasta gigi untuk menghilangkan noda pada permukaan gigi. Ini adalah agen pemutih gigi yang sangat baik yang dapat memberikan bersinar khusus untuk gigi Anda. Selain membuat gigi lebih putih, hidrogen peroksida ditemukan untuk menghancurkan pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut.

Bahan non-aktif

Sodium Lauryl Sulfate dan Ammonium Lauryl Sulfate (Foaming agent): Komponen-komponen pasta gigi mempromosikan tindakan berbusa. Tindakan berbusa memastikan bahwa pasta gigi tidak tumpah keluar dari mulut, saat menyikat.

Alginat atau xanthan (agen Binding): agen Binding menjaga konsistensi pasta gigi. Ia mengikat semua bahan dalam pasta gigi bersama-sama. Hydrocolloids, seperti alginat atau xantan, sering digunakan sebagai agen mengikat.

Natrium Benzoat atau ethylparaben (Pengawet): Pengawet memainkan peran penting dalam menjaga pasta gigi bebas dari mikro-organisme. Natrium benzoat mencegah penumpukan mikro-organisme dalam pasta gigi, dan merupakan alasan mengapa tidak ada kebutuhan untuk menjaga pasta gigi di lemari es.

Humektan (Air, sorbitol atau gliserin): Ini juga merupakan unsur penting dari pasta gigi, karena tidak memungkinkan pasta gigi mengering. Humectants terus atau mempertahankan kelembaban, sehingga pasta tidak menjadi kering, jika tidak digunakan. Namun, ketika terkena udara (ketika tutup pasta gigi ini tetap terbuka), kemampuannya untuk menahan kelembaban mengurangi secara drastis.

Rasa: Saat ini, jumlah rasa yang digunakan, untuk memberikan rasa lezat untuk pasta gigi. Orang mengalami napas segar karena agen-agen penyedap ditingkatkan. Mint adalah rasa yang paling populer, yang memastikan Anda menikmati menggosok gigi.

Natrium Sakarin (agen Pemanis): bahan ini ditambahkan ke pasta gigi untuk membuatnya manis. Pasta gigi tanpa agen pemanis tidak enak. Oleh karena itu, untuk membuatnya sesuai untuk penggunaan oral, natrium sakarin digunakan.

Titanium Dioksida (agen Mewarnai): agen Mewarnai memberikan warna menyenangkan untuk pasta gigi. Titanium dioksida umumnya digunakan untuk memberikan pasta gigi warna putih. Pewarna buatan yang ditambahkan untuk membuat merah, pasta gigi biru dan hijau.

Bahan seperti vitamin, jamu, obat kumur, dll, sering ditambahkan dalam formulasi pasta gigi, agar lebih efektif dalam mengontrol bau mulut dan pembentukan plak. Titik untuk dicatat bahwa meskipun bahan pasta gigi memberikan kontribusi untuk menjaga gigi dan gusi sehat, perawatan mulut tidak lengkap tanpa flossing. Jadi, selain menyikat dua kali sehari, pastikan untuk benang gigi setiap hari dan tentu saja jangan lupa untuk melakukan perjalanan ke dokter gigi untuk membersihkan profesional sekali dalam setahun.

Jumat, 01 Juni 2012

Kata Ganti


Kata ganti (pronoun) ialah kata yang dipergunakan untuk menggantikan kata benda.

Macam-macam kata ganti
Menurut fungsinya kata ganti dibedakan sbb:
1. Kata ganti orang, ialah kata yang menggantikan orang. Kata ganti orang ada tiga macam, yaitu:
a. Kata ganti orang pertama
Contoh : saya, aku, kami
b. Kata ganti orang kedua
Contoh : kamu, anda, engkau, saudara, bapak
c. Kata ganti orang ketiga
Contoh : dia, ia, beliau, -nya

2. Kata ganti milik, ialah kata ganti yang dipakai di belakang kata benda yang menyatakan pemilikan.
Contoh: Bukuku dipinjamnya.
Lukisannya sangat bagus.

3. Kata ganti penunjuk, ialah kata ganti untuk menunjukkan sesuatu.
Contoh: Lemari itu sangat besar.
Bulan ini ia akan berangkat.

4. Kata ganti penghubung, ialah kata ganti yang berfungsi sebagai penghubung dalam kalimat.
Contoh: Rumah yang besar itu sekarang sudah dijual.
Gadis yang ramah itu disenangi teman-temannya.

5. Kata ganti penanya, ialah kata yang dipergunakan untuk bertanya atau menanyakan orang, benda, sifat, keadaan, waktun atau tempat.
Contoh: Dimana kau simpan bukuku?
Siapa yang menempati rumahnenek?
Mengapa ia tidak datang? dsb.

Minggu, 27 Mei 2012

Penjelajahan Samudera

Eropa pada tahun 1450 sampai 1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa perluasan kekuasaan (Age of Expansion). Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah dapat mengembangka ilmu pengetahuan di bidang geografi dan teknologi. Memang mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan bangsa Islam selama berabad-abad lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa memiliki keinginan yang kuat untuk mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba mengarungi samudra, padahal mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti bola atau datar seperti meja. Mereka pun ingin berekspansi, membangun wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni. Inilah awal kolonialisme Eropa

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa

Kekuatan kolonial utama bangsa eropa pada saat itu adalah Perancis, Inggris, Belanda, Portugis, dan Spanyol. Bangsa-bangsa ini begitu tertinggak, sehingga baru pada tahun 1350 mereka bisa melayari laut Tengah dan ujung barat di Spanyol dan ujung timur di Turki. Padahal, orang-orang Romawi telah melakukan hal yang sama lebih dari 1000 tahun sebelumnya. Bahkan pada abad ke-15, orang-orang Eropa hanya tahu sedikit tentang permukaan bumi. Peta dunia dibuat pada tahun 1511 oleh Vessente Maggioli, masih berdasarkan pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori yang sudah usang ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir. Akibat anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
Untunglah para pelaut eropa tidak menunggu peta yang tepat untuk pergi berlayar. Mereka melakukan pelayaran dengan peta seadanya. Mengapa mereka begitu nekad Berlayar dengan peta yang buruk? Rupaya mereka cukup percaya diri karena menguasai teknologi peayaran dan persenjataan. Selain itu, mereka sangat bernafsu untuk mendapatkan kekayaan, seperti emas dan rempah-rempah yang mahal.
Teknologilah yang memungkinkan bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan dunia. Selai kapal laut, Eropa Barat telah menyempurnakan meriam. Senjata ini mengeluarkan dentuman yang menakutkan. Pelurunya bisa merusah benteng kayu bahkan kota. Kisah keberhasilan Sultan Muhammad II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 adalah bukti kedahsyatan meriam. Sang sultan sangat beruntung, karena para insinyur Eropa mau diupah untuk membuat 56 peluru meriam kecil dan 1 pucuk meriam raksasa yang mampu melontarkan peluru seberat 800 pon (363,2 Kg).
Teknologi meriam sangat membantu para pelaut karena mereka kekurangan prajurit untuk melindungi kapal. Kala itu, Eropa baru saja dilanda wabah kematian yang disebut "Black Death". Selain kekurangan prajurit, mereka juga kekurangan pendayung yang biasanya menggunakan para budak atau orang-orang terpidana.
Keberhasilan menempatkan meriam di kapal akan percuma apabila para pembuat kapal tidak menemukan cara memanfaatkan tenaga angin untuk menggantikan tenaga pendayung. Semula, kendaraan perang di laut hanyalah perahu besar terbuka berawak puluhan pendayung dan tenara. Kapal-kapal berlambung tertutup dan digerakan angin yang ditangkap layar pada tiang, berhasil mengatasi masalah kekurangan pendayung dan keseimbangan akibat tambahan bobot meriam dan hempasan ombak besar. Walau lebih lamban daripada kapal dayung, kapal layar ini memuat lebih banyak barang dan lebih lincah.
Pada abad ke-15, para pelaut Eropa mulai mengenal kompas yang dibawa para pedagang muslim dari Cina. Kompas sangat membantu untuk menentukan arah pelayaran. Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada abad ke-12, juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut dapat mengetahui letak kapal dari gais khatulistiwa. Peralatan navigasi ini lambat laun membantu menyempurnakan peta.
Jika teknologi membantu pelayaran para penjelajah Eropa, apakah yang mendorong mereka menempuh bahaya mengarungi lautan yang ganas, berkumpul dengan saingan penduduk pribumi yang primitif? Pada dasarnya mereka mencari keuntungan material. Para penjelajah itu terus terang mengakui motif itu. Bartholomeus Diaz berkata motif utamanya adalah untuk menjadi kaya. Pelaut lainnya, Vasco da Gama, motif utamanya adalah untuk menyebarka agama dan mencari rempah-rempah. Para pelaut dan penjelajah itu religius sebagaimana orang zaman pertengahan, nyatanya perilaku mereka tergolong modern dan materialistik.
Beberapa penjelajahan terkenal telah berhasil menemukan pengganti jalur darat yang dikuasai Sultan Turki. Mereka adalah Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, dan Alfonso de Albuquerque dari Portugis. Sedangkan Spanyol Mengutus Christopher Columbus, pelau Genoa (Italia), dan Ferdinand Magellan.
Ada beberapa faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan pelayaran dan penjelajahan samudra. Di bawah ini akan dijelaskan perkembangan ilmu pengetahuan, eknomi, politik, dan idealisme masyarakat Eropa pada abad pertengahan.

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Perkembangan ilmu pengetahuan pada akhir abad pertengahan, menimbulkan perubahan besar dan cepat (revolusi). Hal itu diperlihatkan dengan munculnya penemuan Nicolaus Copernicus dengan teori Heliosentris (helios=matahari, centrum=pusat), artinya tata surya ini berpusat pada matahari. Teori heliosentris ini membantah teori lama yang bersifat geosentris (geos=bumi, centrum=pusat). Ajaran geosentris ini pada perkembangannya melahirkan suatu pandagan bahwa bumi ini datar seperti meja. Ajaran geosentris didukung dan disahkan oleh gereja sebagai salah satu ajaran resmi para penganut gereja khatolik.
Kemudian, teori heliosentris dipertegas dan diperjelas oleh ilmuwan dari Italia, Galileo Galilei. Karya ciptanya berupa teleskop, yang dapat mempelajari gugusan bintang. Akan tetapi, gagasan Galileo dianggap bertentangan dengan ajaran gereja dan dinyatakan sebagai ajaran sesat.
Perkembangan pemikiran baru dari Copernicus dan Galileo di Eropa mengubah pandangan masyarakat Eropa tentang keberadaan bumi. Pemikiran Copernicus dan Galileo menyatakan bahwa bumi ini bula dan matahari sebagai pusat tata surya. Pernyataan itu mendorong orang-orang Eropa untuk mengarungi lautan mencari daerah baru.
Keinginan untuk mengarungi samudra semakin besar, ketika muncul buku karangan Marco Polo yang berjudul "Imago Mundi" (Citra Dunia) dan"Il Milline" (Sejuta Keajaiban). Pada kedua buku ini dijelaskan tentang kekayaan yang melimpah di negeri timur (Cina dan Jepang). Kekayaan itu berupa emas, perak, dan sutra. Kisah dalam buku Marcopolo itu memberikan dorongan bagi para pelaut Eropa untuk mengarungi samudra.

2. Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor paling kuat yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra. Sebelum menemukan daerah pusat rempah-rempah, bangsa Eropa hanya mendapatkan hasil dagangan di pusat-pusat perdagangan Asia Barat. Barang dagangan yang diperoleh berasal dari India, Cina, Jepang, dan Asia Tenggara.
Keuntungan yang diperoleh oleh bangsa Eropa dengan membeli barang dagangan dari pelabuhan Asia Barat sangat sedikit. Apalagi para pedagang Asia Barat menjual barang dagangan dengan harga yang mahal. Karena itu orang-orang Eropa berkeinginan mencari barang dagangan dari pusatnya. Dengan begitu, mereka berharap memiliki keuntungan yang berlipat ganda.

3. Politik
Faktor berikutnya yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra adalah peristiwa jatuhnya Konstantinopel ke tangan penguasa Turki Usmania tahun1453. Peristiwa ini menyebabkan orang-orang Eropa tidak mau berdagang di wilayah perdagangan Asia Barat. Akibatnya, perdagangan antara dunia timur dan barat terputus.
Perkembangan beikutnya, bangsa Eropa mencari arah lain untuk menuju dunia timur. Keadaan ini menimbulkan gerakan pelayaran dan penjelajahan samudra secara besar-besaran.

4. Idealisme
Keberhasilan para pelaut Portugis dan Spanyol merintis jalan laut menuju Nusantara, mendorong gelombang pelayaran berikutnya. Tidak hanya ekspedisi dari Portugis dan Spanyol, meliainkan juga dari Inggris dan Belanda. Bangsa Eropa yang datang ke dunia timur pun pada dasarnya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor idealisme, dan merupakan tujuan utama mereka. Tujuan mereka sama yaitu Gold, Glory, dan Gospel.
Gold secara harfiah berarti emas. Namun selain emas, orang-orang Eropa secara khusus mencari rempah-rempah, yang merupakan sumber kekayaan yang sangat penting dan laku dipasaran Eropa. Hasil pertanian ini mereka perlukan untuk obat-obatan dan penyedap serta pengawet makanan. Terlebih setelah terjadi Perang Salib, orang-orang Eropa lebih terdorong untuk mendapatkan sumber kekayaan itu langsung dari tempat asalnya.
Selain bermotifkan Gold, para penjelajah Eropa pun mengharapkan Glory, otau kejayaan. Hampir setiap orang ingin berjaya. Hanya anak kecil, orang tua yang pikun dan orang gila yang tidak memikirkan kejayaan. Bukan orang Eropa saja yang mengejar kejayaan di Nusantara. Bahkan kata "Nusantara" merupakan lambang kejayaan Majapahit yang berhasil menundukan kerajaan-kerajaan yang lemah. Setelahmendapatkan daerah rempah-rempah, bangsa-bangsa Eropa mempunyai idealisme penguasaan daerah tersebut guna mencapai kejayaan.
Idealisme terakhir dari para penjelajah Eropa adalah menyebarkan agama Nasrani (gospel). Salah seorang tokoh penyebar agama Nasrani di Indonesia bagian timur, seperti di Makassar, Ambon, Ternate, dan Morotai adalah Franciscus Xaverius atau Santo Francis Xavier (1506-1552). Xaverius bersama Santo Ingatius de Loyola mendirikan Ordo Yesuit.

Penjelajahan Portugis
Bartholomeus Diaz menyusuri pantai barat Afrika, kemudian mengitari Tanjung Harapan pada tahun 1487. Dia harus kembali ke Portugis karena dihadang topan dan sebagian awaknya memberontak. 10 tahun kemudian rintisan Diaz dilanjutkan oleh Vasco da Gama. 2 tahun pelayaran cukup memuaskan, Vasco da Gama kembali ke Lisbon dengan membawa contoh barang dari India. Raja Manuel (1495-1521) mengirim 13 kapal untuk menyiapkan pos perdagangan di India. Armada itu dipimpin oleh Pedro Alvares Cabral dan dibantu oleh Bartholomeus Diaz.
Telah berabad-abad pelau muslim menguasai jalur perdagangan di samudra Hindia. Mereka tidak mau melepaskan kepada pelaut Portugis dengan sukarela. Pertempuran pun tidak bisa dihindari. Armada Portugis merebut pelabuhan-pelabuhan muslim yang strategis. Atas kemenangan tersebut,Portugis menunjuk Alfonso de Albuquerque sebagai Gubernur India tahun 1509-1515. Dominasi Arab di Asia Selatan berakhir setelah meriam-meriam Albuquerque menaklukkan pelabuhan Kalikut, Ormuz, Goa dan Malaka.


Penjelajahan Spanyol
Bangsa Spanyol mampu membiayai penjelajahan samudranya setelah Ratu Isabella dan Raja Ferdinand berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil. Para penguasa Khatolik mengurangi kekuatan para bangsawan, merampingkan birokrasi pemerintahan, dan menyisihkan orang-orang yang merongrong kekuasaan, yaitu kaum muslim dan yahudi. Kerajaan Spanyol menjadi sangat kuat.
Ratu Isabella mempercayakan 3 kapalnya dibawah pimpinan Christoper Columbus. Kapal Santa Maria, Pinta, dan Nina berlabuh pada bulan Oktober 1492 di sebuah pulau di Karibia. Columbus menamainya San Salvador. Dia mengira pulau itu adalah bagian dari India. Selama 10 tahun Columbus melakukan 4 kali pelayaran. Selama itu ia menemukan Haiti yang disebutnya Dominika, lalu San Salvador, Puerto Rico, Jamaika, Kuba, Trinidad, dan Honduras di Amerika Tengah.
Pelayaran Columbus sangat berguna bagi pelayaran selanjutnya. Columbus dan teman-temannya juga berhasil meng-Kristenkan orang-orang Indian. Walaupun sedikit harta yang dibawa pulang Columbus, armadanya telah membuka jalan untuk penjelajahan lebih jauh.
Tahun 1519, Raja Charles V mengutus Ferdinand Magellan untuk menemukan jalan langsung ke kepulauan Maluku. Magellan menyebrangi Atlantik menuju Brazil. Pelayaran berlanjut ke selatan untuk mengitari ujung benua Amerika. Kemudian, armadanya mengarungi Pasifik sampai Fillipina. Nama Filipina dipakai untuk menandai keberhasilan Raja Phillip II, setelah kepulauan itu dikuasai tahun1560.
Magellan terbunuh, namun pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano. Armada itu berlayar dari Maluku, lalu ke Timor, menyebrangi samudra Hindia hingga ke Tanjung Harapan. Akhirnya mereka kembali ke Spanyol setelah melayari Pantai barat Afrika. Pelayaran ini membuktikan teori Copernicus dan Galileo bahwa bumi itu bulat, bahkan setelah itu mereka tahu bahwa bumi lebih luas daripada yang mereka bayangkan.